Beranda Politik Demokrasi Yang Ternodai

Demokrasi Yang Ternodai

0
BERBAGI

Jakarta, Radarkotanews.com – Di Indonesia Partai Politik merupakan unsur terpenting Demokrasi. Karena penjaringan pemimpin dari tingkat Daerah sampai Pusat, bahkan sosok Presiden merupakan Prodak dari Proses berdemokrasi dari Parpol. Begitu besarnya Peranan Partai Politik maka sangat tepat jika di Katakan Parpol merupakan Pilar Demokrasi.

Menurut Presidium Mabes Anti Korupsi (MAK), Rahman Latuconsina mengatakan bahwa di Indonesia sendiri terdapat beragam Parpol dengan berbagai ideologi didalamnya. Mulai berbasis Agama, Nasionalis, Demokratis sampai pada Sosialis.
“Namun dirinya menilai, semua ideologi tersebut tetap mengadopsi Ideologi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yakni Pancasila dan UUD 1945.”

Masyarakat Demokrasi Indonesia sendiri sedang mengalami perkembangan yang amat pesat, hal ini terbukti dengan suksesnya Pesta Demokrasi Serentak (Pilkada Serentak) yang baru saja usai. tuturnya.

“Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Masyarakat Indonesia sudah menyadari akan pentingnya berdemokrasi, hal ini didasari dengan jumlah pastisipatif Masyarakan pada Pilkada Serentak kemarin.”Ungkap Rahman di jakarta, selasa (05/01/2016).

Lanjut Rahman, seharusnya perkembangan pesat Masyarakat Demokrasi Indonesia berbading lurus dengan segala perangkat dan unsur Demokrasi Indonesia. Namun yang terjadi jauh dari harapan kita semua, bahwa hari ini terjadi Konflik kepentingan di beberapa Partai politik membawa kerugian serta berpotensi membawa kemunduran bagi iklim Demokrasi Indonesia.

“Parpol yang seharusnya memainkan perannya guna menampilkan para kader terbaiknya kini seperti terbelenggu dan stuck pada konflik kepentingan menuju kekuasaan regional.”

Hal ini kemudian di perparah dengan sikap keberpihakan Pemerintah, adanya dugaan bahwa Pemerintah dalam hal ini Kemenkum dan HAM ada dibalik kisruh beberapa partai politik sungguh sangat disayangkan. sesal Rahman, Hal ini terbukti membuat kegaduhan yang luar biasa pada system Demokrasi di Tanah Air. Sehingga kini Partai politik yang bertikai seperti kehabisan energi menghadapi konflik horizontal di internal Partainya, hal ini otomatis akan mengabaikan impian puluhan juta Konstituennya.”tutup Rahman. (Id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here