Dangkal Pemikirannya, Ahok Dianggap Tidak Paham Sejarah PBB

Radarkotanews.com – Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dianggap memojokan sang Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta dari Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Pernyataan Ahok beberapa waktu yang lalu mengatakan “Jangan taruh orang yang mau ubah Pancasila. Orang Partai Bulan Bintang itu pingin ubah Pancasila kayak Masyumi, itu masalah”.

Wakil Ketua Umum dan Ketua Harian PBB H. Jamaludin Karim PBB menyesalkan pernyataan Ahok yang sudah menuding orang orang PBB ingin merubah pancasila, tidak mempunyai dasar. Ahok tidak mengerti sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa dan negara.

“PBB merupakan partai yang berkipra di NKRI yang berazaskan Islam dan berlandaskan Pancasila,” ucap H. Jamaludin saat konfrensi pers di kantor PBB Jl. Raya Pasar Minggu, Jakarta (6/3/2016).

Lanjut H. Jamaludin, saat pembahasan amandemen UUD 1945, PBB tetap berpendirian bahwa pembukaan UUD 1945 yang didalamnya terkandung falsafah negara yaitu Pancasila merupakan dasar falsafah negara, berbangsa, bernegara dan bermasyarakat sudah final dan tidak boleh dilakukan perubahan lagi.

H. Jamaludin juga mencuplik pernyataan Yusron Ihza di Medsos “Kalau sayang dgn temen2 atau sahaba dari etnis Tionghoa, tolong diingatkan agar jangab ada etnis Tionghoa yang sok jago ketika berkuasa atau dekat dengan penguasa” dan “kasihan kan Tionghoa lainnya yang baik baik dan atau yang miskin, kalau ada yang mau membantai atau menjarah, mereka kan nggak bisa kabur keluar negeri. tolong jaga Bhineka Tunggal Ika dan sama sama membangun harmoni dalam keberagaman”.

“Pernyataan itu sama sekali tidak menyinggung atau dikaitkan dengan PBB,” jelasjnya.

H. Jamaludin juga menyampaikan bahwa PBB sedang mempertimbangkan untuk mengambil langkah langkah hukum mengenai pernyataan Ahok. H. Jamaludin meminta kepada seluruh fungsionaris dan kader PBB agar bisa menahan diri dan tetap solid.

“Terkait pernyataan Ahok tersebut saat ini sedang dikaji secara cermat dan mendalamĀ  oleh Tim advokasi PBB,” terangnya.

Kami juga memyampaikan bahwa tidak ada pernyataan khusus dari Yusril Ihza Mahendra, karena yang disebut adalah partai bukan pribadi pak Yusril.

Sedangkan Dewan Syuro PBB Prof. MS. Ka’ban menganggap pernyataan yang dikeluarkan Ahok merupakan opini yang sangat dangkal pemahamanya terhadap partai terutama PBB.

“Ahok sebagai pemimpin tidak paham sejarah, justru Masyumi yang menyatukan bangsa ini,” tukasnya.

UB