Beranda Hukum Celoteh Baswedan Di Majalah Time Sudutkan Institusi Polri

Celoteh Baswedan Di Majalah Time Sudutkan Institusi Polri

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, yang ditangani kepolisian hingga saat ini belum juga menemukan titik terang.

Namun disayangkan, bukan memberi informasi kepada penyidik kepolisian, Novel justru berceloteh kepada media Amerika Serikat, Time, terkait adanya dugaan keterlibatan Jenderal Polisi dalam kasus penyiraman air keras itu.

“Sangat disayangkan, opini yang beredar di masyarakat justru seakan-akan melemahkan ‘syahwat’ institusi polri sebagai lembaga yang ditugaskan untuk menegakan supremasi hukum terhadap masyarakat sipil,” kata Ketua Presidium Mabes Anti Korupsi (MAK), Rahman Latuconsina dalam keterangan pers, Kamis (15/6).

“Seharusnya, jika korban menemukan adanya temuan, dugaan, dan indikasi atas tindak pidana yang menimpa dirinya segera disampaikan ke penyidik, bukan malah ke pihak yang tidak ada kaitannya sama sekali pada kasus ini,” lanjutnya.

Menurutnya, dalam kasus ini, Kepolisian Republik Indonesia dihadapkan pada kondisi dimana harus mengungkap sebuah kasus yang diduga mempunyai motif dan keterkaitan dengan pemberantasan korupsi, namun di sisi lain, Polri juga tidak mau kecolongan dengan sekedar menunjuk orang sebagai pelaku dan disematkan lable tersangka.

“Kasus ini sediri sangat minim petunjuk dan alat bukti, ini yang membuat Polri tidak mau gegabah,” kata dia.

Dia berpandangan, keterangan yang disampaikan Novel kepada media AS itu berpotensi menimbulkan kegaduhan. Bertambah parah, kata dia, keluarga Novel yang lain ikut menggiring isu ini dengan mengeluarkan pernyataan yang diduga provokatif di berbagai media Nasional di Tanah Air, yang seakan ‘menantang’ institusi Kepolisian RI.

“Jelas di sini Polri tersudutkan, saya sangat menyayangkan sikap Baswedan itu,” ucapnya.

Terkait ada oknum Jenderal Polisi yang diduga menjadi dalang penyiraman air keras kepada Novel, dirinya meminta Novel segera membuktikannya. Hal ini, lanjutnya, untuk menghindari berbagai interprestasi dan perdebatan diruang Publik.

“Jika sudah begini (tidak dibuktikan), maka saya menganggap ucapan Novel seperti celoteh camar tolol,” kata dia. (fy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here