Beranda Nasional Catatan dan Evaluasi Akhir Tahun KSPI

Catatan dan Evaluasi Akhir Tahun KSPI

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Dalam rangka evaluasi akhir tahun KSPI 2018, Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan, telah terjadi empat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran sejak 2015

“Gelombang pertama terjadi pada 2015 dimana ada 50.000 pekerja di sektor garmen, tekstil, makanan dan minuman; kedua terjadi pada periode Januari hingga April 2016 yang menimpa industri elektronik, automotif, keramik dan komponennya; ketiga terjadi pada periode 2016 hingga 2017 di industri ritel, industri keramik, industri pertambangan dan industri farmasi kesehatan; keempat terjadi tahun 2018 ini dimana Krakatau Steel di Cilegon melakukan PHK terhadap karyawan kontraknya,”ungkap Said

Menurut dia, penyediaan tenaga kerja tahun 2018 ini pemerintah di nilai gagal. Dan bagaimana outlook 2018 akan terasa lebih sulit karena banyak perusahaan tutup atau akan terancam kehilangan pekerjaannya.

Said memprediksi tahun-tahun yang akan datang diawali dengan 2019 akan lebih banyak lagi PHK besar-besaran dan tahun selanjutnya akan ada pekerja yang digantikan dengan robotisasi.

“Jadi tenaga kerja sekarang akan tergantikan dengan robot-robot yang akan mengoperasikan segala pekerjaan,”kata Said saat Konferensi Pers Perihal penyampaian Catatan dan Evaluasi Akhir Tahun KSPI terkait TKA, PHK, Upah dan Daya Beli, BPJS Kesehatan, Outsourcing, Pemagangan, dalam Perspektif Pileg dan Pilpres 2019, di kawasan Menteng jakarta pusat, Rabu (26/12/18)

Pasalnya, sistim robot, digital ekonomi, viucer wock, robotisasi yang sudah akan berjalan ini aja sangat mengancam bila terjadi karena 32 juta orang terancam pekerjaan, sementara pemerintah saat ini tidak siap regulasi, karna itu, kita harus kritis 2019 ini, sebab akan terjadi gelombang kelima akan membutuhkan regurasi yang lebih kuat.

Meski demikian, Pemerintah mengklaim dan menyatakan menyerap tenaga kerja 2 juta per tahun atau 10 juta dalam 5 tahun gagal, dan mamanipulasi data orang yang bekerja.

Sebab, tenaga Kerja Asing (TKA) unskill workers yang akan menyerbu Indonesia di tengah proses Industri Revolusi 4.0. Tentunya hal itu akan mengancam kelangsungan tenaga kerja lokal.

Tentang BPJS Kesehatan, Said menyebut, ada tiga konsep, Konsep pertama biaya Unlimit, Konsep kedua Semua Penyakit, dan konsep ke tiga adalah untuk Semua Umur dari 0 sampai meninggalnya seseorang.

“BPJS sekarang gagal tidak sesuai amanat UU salah satunya adalah pembayaran.” jelas Said.(adrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here