Beranda Hukum BSSN Memiliki Tanggung Jawab Terkait Maraknya Hoax di Medsos

BSSN Memiliki Tanggung Jawab Terkait Maraknya Hoax di Medsos

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Sekretaris Utama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Syahrul Mubarak menegaskan bahwa BSSN memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam menangani maraknya konflik yang terjadi dalam ranah siber sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2017.

“BSSN diberikan amanah untuk melakukan penyidikan, forensik digital, dan penapisan konten,”kata Syahrul dalam diskusi penanggulangan Hoax menjelang pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019” yang di gelar Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dikantor Badan Siber dan Sandi Negara jalan Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/19).

Menurut Syahrul, salah satu bentuk langkah yang diambil BSSN ialah melakukan koordinasi dengan penyedia platform medsos untuk menciptakan stabilitas ruang siber.

Hal tersebut kata dia, perlu segera dilakukan melihat perkembangan medsos yang kini terus bertumbuh menjadi jejaring yang sangat massif di masyarakat. Pengguna medsos dengan beragam kepentingan, motif, dan latar belakang bertemu dan berinteraksi dalam medsos.

Meski demikian, tak jarang untuk mencapai tujuan dan kepentingannya, pengguna medsos menggunakan berbagai cara termasuk dengan menyebarkan informasi negatif, melakukan ujaran kebencian, dan menyebarkan hoax.

“Hingga saat ini berbagai hal tersebut sangat marak terjadi dan bahkan sudah mengarah pada gangguan stabilitas keamanan nasional,”jelasnya.

Pasalnya, BSSN tidak bisa mentolerir terus memanasnya ketegangan dan terlahirnya benih konflik tersebut yang kini terasa terus menguat yang bahkan bisa benar-benar menjadi konflik terbuka di kehidupan nyata masyarakat. Meski penyedia platform medsos di Indonesia dituntut tidak hanya memetik buah manis keuntungan dari banyaknya pengguna, namun juga harus turut berpartisipasi dalam menjaga ekosistem di dalamnya.

Syahrul berharap, penyedia platform medsos harus lebih serius membuktikan aksinya sebagai bentuk pertanggungjawaban moral terhadap bangsa Indonesia sebagai pengguna. Sebab kata dia, Penyedia platform harus dapat memberikan langkah konkret dan responsif untuk menangani dan mengeliminasi penyebaran konten negatif, hoax, dan ujaran kebencian.

Selain itu, penyedia platform medsos juga harus mau menyesuaikan diri dengan nilai – nilai luhur bangsa Indonesia dan mentaati peraturan yang berlaku di Indonesia.

“Pesan penting yang ingin disampaikan BSSN kepada penyedia platform medsos ialah sebagaimana disebutkan dalam peribahasa “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung“.tutupnya.(Adrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here