BPN Bersama Rakyat Indonesia Menolak Hasil Perhitungan Suara Dari KPU RI

RadarKotaNews – Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli (RR) menilai, mulai dari TPS yang ada 13.5 persen itu salah input itu besar sekali dan itu kenapa bisa terjadi dan yang salah itu merugikan Paslon 02 itu kejahatan yang paling besar.

“Jika mereka berani harus dilakukan audit forensik data maka akan kelihatan seluruhnya apa yang dihilangkan dan ditambahi inilah kecurangan kecurangan yang terjadi,”kata Rizal dalam acara Simposium dan mengungkap fakta – fakta kecurangan Pilpres 2019, di kawasan Jendral Sudirman, jakarta pusat, selasa (14/5/19).

Menurut RR, ada yang mengaku Pancasila tetapi tidak paham sila ke empat ada yang mengaku Pancasila tetapi tidak paham demokrasi dan tidak bisa menegakkan jelasnya demokrasi.

Karena itu RR tegaskan, sudah saatnya kali ini kita bangkit kita rebut kembali kedaulatan kita ini dimana kedaulatan yang saat ini diberhangus oleh rezim.

Dalam kesempatan yang sama ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Jend. TNI (Purn) H. Djoko Santoso mengatakan, Kami BPN bersama rakyat indonesia yang sabar demokrasi menolak hasil perhitungan suara dari KPU RI yang sedang berjalan dan kami BPN bersama rakyat indonesia menyatakan menolak hasil perhitungan suara dari KPU RI.

“Kami BPN telah mengirim surat ke KPU tanggal 1 Mei 2019 tentang audit KPU dan meminta hentikan sistim perhitungan suara di KPU yang curang sistimatis dan masif. Jadi yang salah pasti akan hancur,”tegas Djoko.(Adrian)