BERBAGI

RadarKotaNews – Dalam Sejarah MPR / DPR dahulu sekitar tahun 80an dimana Kritisi Mengkritisi Pemerintahan menjadi suatu momok yang menakutkan.

Begitu dikatakan Pengamat LIPI, Prof. Indria Samego dalam sebuah diskusi bertajuk “Kritik di Tahun Politik” di Jalan Greja Theresia, Menteng, Jakarta, Jumat (13/04).

Menurutnya, dalam peradaban tahun Politik dalam Tahun tahun keterbukaan, melayangkan Kritik saat ini sangatlah bebas.

Sebab kata dia, hak rakyat saat ini sudah diberikan paham kebebasanya dengan adanya Ham, sebab negara ini adalah negara atas dasar kedaulatan rakyat.

“Asal muasal kritikal esensis dimana Rakyat bebas mengkritisi pemerintah.”katanya.

Tapi kata Indria, jika bicara tentang Jokowi, Nawacita selama 3-4 tahun ini, maka harus di kuliti, di kritisi sesuai Poin dan Koridornya.

“Jika bicara Demokrasi maka harus sesuai kontestasi, Konsekwensinya dari apa yang diciptakan oleh pemerintah. Sebab kritik diperlukan namun harus mengacu kepada dasar apa yang disampaikan dan Politik adalah sebuah Pesta Demokrasi.”jelasnya.(wawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here