Beranikah KPK Periksa Cosmas Batubara Presiden Komisaris APL…???

Radarkotanews.com – Tertangkapnya Presiden Direktur APL yaitu Ariesman Wijaya dalam kasus reklamasi teluk jakarta, seharusnya KPK juga memeriksa jajaran APL termasuk cosmas batubara yang menjabat sebagai Presiden Komisaris APL.

Dijelaskan Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Mahasiswa Pasca Sarjana Univ. Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta, Hari Purwanto mengatakan Berdasarkan struktur organisasi pada umumnya disebuah perusahaan bahwa setiap kebijakan yang diambil oleh pimpinan harus diketahui oleh pimpinan diatasnya.

“Maka Ariesman Wijaya sebagai Presiden Direktur APL tidak mungkin bertindak atas nama pribadi. Sedangkan tindakan yang dilakukan oleh Ariesman Wijaya mewakili atas nama korporasi. Sehingga melibatkan level on the top diperusahaan tersebut.”ujar Hari Purwanto kepada awak media di jakarta, rabu (13/04/2016).

Oleh karena dari itu lanjut Hari, KPK juga harus memeriksa Presiden Komisaris APL yaitu Cosmas Batubara. Dan publik cukup kenal dan mengetahui track record Cosmas Batubara yang cukup dipercaya oleh penguasa orde baru pada saat itu.

Dan sampai saat ini KPK belum melakukan tindakan memanggil maupun memeriksa Cosmas Batubara yang jelas-jelas menjabat sebagai Presiden Komisaris APL. Dan tindakan Ariesman Wijaya tidak mungkin diketahui oleh Cosmas Batubara.”tegasnya.

Menurut Hari, Korupsi diatur dalam Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang No. 20 Tahun 2001, sebagaimana tercantum dalam Bab II Pasal 2 yang dimaksud dengan korupsi adalah: “Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.”

Kalimat “Korporasi” dalam pengertian korupsi di kasus Reklamasi Teluk Jakarta tidak hanya ditujukan oleh Ariesman Wijaya sebagai Presiden Direktur APL tapi juga ditujukan kepada Presiden Komisaris APL yaitu Cosmas Batubara. Karena itu KPK harus segera memeriksa Cosmas Batubara dalam kasus suap Reklamasi Teluk Jakarta.”tutupnya.(FK)