BEM ITS Menolak Kenaikan BBM Di Tahun Pilkada

RadaKotaNews – Pemerintah tanpa rasa peduli kepada masyarakat dengan seenaknya menaikan BBM tahun ini, dimana tahun ini 171 daerah melaksanakan pilkada, kebijakan ini tentu tidak memaksimalkan jalannya PILKADA Serentak 2018, Hal ini juga bisa di katakan pemerintah membodohi masyarakat, dimana masyarakat tahun ini berbondong-bondong menyukseskan PILKADA Serentak 2018, Akan tetapi Pemerintahnya sendiri mengambil Momentum untuk menutupi kesadaran masyarakat terkait kenaikan harga BBM.

Hal ini juga bisa di pastikan bahwa naiknya tarif angkutan umum, selain tarif angkutan umum juga akan mempengaruhi angkutan pariwisata, tiket objek wisata dan ini juga bisa berefek kepada transfortasi PILKADA Serentak 2018, Tidak hanya pada transfortasi masyarakat juga akan merasakan kegelisahan terhadap Pasangan Calon PILKADA Serentak 2018 yang akan di pilih, bisa jadi masyarakat lebih memilih untuk tidak memilih (Golput).

Kenaikan BBM ini juga berefek kepada perekonomian masyarakat terutama di daerah pedesaan, Sudah di pastikan ketika harga BBM naik Harga sembakopun akan naik , Dalam PILKADA Serentak 2018 ini juga di jadikan momentum oleh pasangan calon untuk mengimi-ngimi masyarakat dengan sembako dan menawarkan harga sembako akan di turun kan ketika sudah jadi, Hal tersebut bisa juga dikatakan pembodohon public karena ketika sudah jadi masyarakatpun gak akan merasakan hal tersebut.

Kenaikan BBM juga akan berefek akan memicu keharmonisan dalam rumah ketika harga sembako naik dengan gaji suami yang pas-pasan akan menjadikan cek cok dalam rumah tangga.

Dari penjabaran di atas , akan melahirkan beberapa efek KENAIKAN BBM di momentum PILKADA , Sepertihalnya Anggaran PILKADA yang akan Fantastis , berefeknya ke anggaran Kampanye dan Pembodohan public dengan harga sembako yang lebih rendah.

Mengacu ke beberapa hal diatas, kami dari Mahasiswa akan melalukan dengan AKSI AKBAR BOIKOT PERTAMINA yang akan di hadiri 5000 s.d 10.000 Massa, berasal dari Elemen mahasiswa PMII, PMKRI, GMNI, HMI, BEM, UNBRAW muhamadiya dan universitas yang ada di beberapa kampus di Surabaya

Akibat dari Naiknya BBM di Tahun PILKADA Serentak :

1. Akomodasi PILKADA Semakin besar
2. Dana kampanye akan lebih besar
3. Tidak maksimalnya pelaksanaan PILKADA Serentak
4. Naiknya harga kebutuhan pokok masyarakat
5. Akan banyak masyarakat yang lebih memilih GOLPUT
6. Angka kemiskinan semakin meningkat
7. Akan banyak anak putus sekolah
8. Pembodohan public ketika tidak transparan.

Maka dengan pertimbangan di atas kami menuntut PERTAMINA untuk menggagalkan Rencana Kenaikan BBM Di tahun pilkada.

Sumber Bem ITS

(atk)