Beranda Internasional Belajar Sistem Transportasi Massal di Paris

Belajar Sistem Transportasi Massal di Paris

171
0
BERBAGI
alterntif text

RadarKotaNews, Paris – Berada satu pekan di paris setelah mengunjungi kota madrid – spanyol, Saya sangat tertarik melakukan pengamatan terhadap sistem transportasi massal di kota ini.

Paris sebagai kota dengan aktivitas masyarakat yang tinggi dan menjadi destinasi paling romantis di dunia, tentu dituntut harus siap memberikan pelayanan publik yang memuaskan.

Salah satu pelayanan publik yang disiapkan pemerintah paris adalah penyediaan sarana transportasi yang menghubungkan seluruh destinasi dan pusat-pusat aktivitas masyarakat, baik sarana perbelanjaan dan perniagaan, perkantoran, pemerintahan, perumahan dan pemukiman, kawasan industri, pendidikan maupun lokasi wisata dan hiburan.

Barang tentu ini hal yang tidak mudah. Tapi paris telah melakukan itu hingga mampu menekan kemacetan di Ibu kota negara prancis. Jadi jangan cari kemacetan di paris karena Kita tidak akan menemukan itu sedikit pun. Hadirnya sistem transportasi massal yang mampu mengkoneksikan semua destinasi, “memaksa” masyarakat memilih transportasi massal untuk bepergian.

Selain koneksitas yang sempurna, masyarakat memilih transportasi massal karena lebih cepat, praktis dan murah. Transportasi massal tersebut adalah Metro (kereta bawah tanah), Tran (kereta jarak jauh) dan Bus yang juga ketiganya saling terkoneksi.

Ketiga angkutan ini menjadi andalan paris dan eropa pada umumnya. Tapi saya coba fokus melaporkan transportasi massal Metro di Paris yang juga mulai digarap oleh pemerintahan Jokowi -JK.

Metro adalah sejenis kereta bawah tanah yang memiliki fasilitas ratusan stasiun yang lengkap. Ketepatan waktu pemberangkatan dan kedatangan adalah suatu keniscayaan akan diberikan dari jenis transportasi ini.

Kita coba mulai melihat harga tiket. Untuk harga, tergolong sangat terjangkau karena cukup dengan 1.49euro maka kita sudah bisa mengakses semua titik di kota paris. Lokasi pembelian tiket juga disiapkan disemua pintu masuk stasiun dengan dua sistem pembelian yaitu sistem manual dan sistem mesin digital.

Metro sebagai kereta bawah tanah, tentu memiliki keunggulan yaitu ramah lingkungan karena tidak menimbulkan polusi suara alias kebisingan kota. Metro juga bebas hambatan karena tidak perlu berhenti di perempatan trafic light. Dan yang pasti adalah metro sangat humanis karena jenis transportasi ini akan menekan tingkat kecelakaan di jalan raya.

Konsep ini sepertinya yang akan diadopsi indonesia khususnya untuk kawasan Sudirman – Thamrin Jakarta. Saya yakin jika pemerintah indonesia serius dengan proyek kereta bawah tanah, maka kemacetan jakarta dan kota-kota besar lainnya bisa ditekan. Tapi dengan catatan, perbanyak stasiun sehingga menjangkau seluruh titik di kota jakarta.

Dan tidak masalah jika pemerintah harus mengeluarkan biaya yang tinggi untuk pembangunan sistem transportasi massal “Metro” karena total biaya yang harus dikeluarkan akibat dari kemacetan yang berkepanjangan juga tidak sedikit.

Sebagai ibu kota negara, saya pikir Jakarta wajib bebas dari pemandangan kemacetan. Untuk itu mari belajar sistem transportasi massal di paris dan eropa. Bukan sekadar kunjungan kerja.

Merci…

Paris, 30 Maret 2019

Citizen Reporter
Andi Fajar Asti
Ketua Umum DPP HMPI

(fy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here