Beranda Opini Apa Hukumnya Mensolati Mayyit Pengkhianat

Apa Hukumnya Mensolati Mayyit Pengkhianat

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Setiap hukum harus bersumber dari Alquran dan Alhadis, juga dari Ijma Ulama dan Qiyas. 

Adapun yang berhak menjawab serta dijadikan patokan adalah jawaban para ulama. Bukan satu, tapi sekumpulan ulama, karena kumpulan ulama yang TERBANYAK . merupakan sumber kebenaran.

Dalam hal ini, para ulama menjadikan MUI sebagai nara sumber ummat islam, kecuali kalau para ulama melihat secara jelas-jelas ada penyimpangan dari Nas yang jelas dan baku.

Setiap orang berilmu pasti akan musyawarah dengan para ulama setempat jika ingin mengeluarkan satu jawaban, yang dimaksud setempat adalah ulama yang hidup di negara tertentu dan daerah tertentu.
kalau ada yang ingin menjawab satu masalah, dia harus tahu dengan baik semua masalahnya, baik dari segi politiknya, kemasyarakatannya, ekonominya, kelemahan dan kekuatan muslim ditempat-tempat tsb. Juga harus mengetahui sumber masalahnya, hingga akibat yang akan di timbulkan oleh masalah tsb.

Kalau dia kurang faham dalam beberapa bidang, maka dia harus bertanya kepada yang faham dan ahlinya. Karena kalau dia tidak faham. niscaya jawabannya tidak tepat, atau tidak matang. bahkan akan membawa perpecahan .

Contohnya dalam mensolati mayat muslim yang mendukung penista Alquran.
Sebagian ustaz mengeluarkan seruan kepada ummat islam agar tidak mensolatinya dengan alasan agar pendukung penghina Alquran dapat jera dan dikucilkan dari ummat islam. karena dia rela bergabung dengan kubu penghina alquran,

Bahkan pendukung tersebut bodoh terhadap akibat yang dapat ditimbulkan oleh ulahnya, yaitu :
1. Penguatan kubu kafir.
2. Pelemahan kubu Islam
3. Penghancuran kesatuan Islam
4. Pembenaran atas Penistaan terhadap Alquran.
5. Melukai ummat Islam
6. Menyesatkan ummat Islam yang awam.
dan banyak lagi sebab-sebabnya.

Namun sekali lagi saya ulang.
ketika ummat Islam dalam keadaan lemah, disebabkan lemahnya persaudaraan dan kesatuan ummat islam, bahkan ditubuh para ulamnya. Maka wajiblah kita menahan diri untuk mengeluarkan pernyataan, kecuali melalui musyawarah antara ulama.

Dan yakinilah bahwa jika Ulama bersatu, insya Allah yang akan keluar dari mereka adalah kebenaran semata.
Saya ingatkan kepada para ustaz. Berjamaahlah, karena pertolongan Allah akan selalu menyertai jamaah.

Mohon kepada para ulama untuk mengadakan ijtima atau pertemuan setiap 3 bulan atau satu bulan, untuk membahas permasalahan ummat.
Yang tidak hadir mohon tidak mengeluarkan pernyataan sepihak tanpa musyawarah dengan para ulama.
pintu musyawarah terbuka lebar bagi siapapun. baik para ustaz atau ulama.

Saya tulis catatan ini, karena ada beberapa ustaz yang menentang keras terhadap ulah sebagian ummat islam yang tidak ingin mensolati pendukung penghina Alquran.
seharusnya ustaz tersebut mengambil langkah-langkah yang bijak dan membangun, bukan dengan langkah menyalahkan atau menghina.
seharusnya dia meminta kepada MUI untuk mengeluarkan pernyataan.

Tapi saya kira MUI tidak akan menjawab. karena hal itu bukan bagian yang harus di jawab. Karena masalahnya akan bercabang kepada yang lain. Maka demi tidak bercabang, baiknya tidak di kembangkan. tapi dikembalikan kepada masing-masing hak ummat islam.

Saya beri contoh. Ada tidak ustaz yang berani mensolati PKI. atau PENGKHINAT BANGSA. tentu jawabnya tidak mungkin ada. Demikian pula dengan pengkhianat agama.
tapi, kita tetap kembalikan kepada para ulama. mereka yang lebih berhak menjawab.
Yang saya maksud ulama, adalah Jamatul ulama. bukan perorangan.

Semoga hal ini bermanfaat, bukan membawa fitnah.

Oleh :

HB Salim Atos.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here