Beranda Nasional Alfian Tanjung; Istana Sudah Jadi Markas PKI

Alfian Tanjung; Istana Sudah Jadi Markas PKI

0
BERBAGI

RKNews.com – Koordinator Penggiat Anti Komunis, Alfian Tanjung mengatakan sejarahwan harusnya berani mengajak bagaimana kita punya penyelesaian seperti di Malaysia, disana dulu ada PKM (Partai Komunis Malaysia)

Bangkitnya KGB menurut Alfian ada dendam dan ambisi besar termasuk kesejahteraan

Mengenai rencana aksi tgl 3 mei Alfian dan bersama ormas lainnya akan akan long march ke DPR lepas itu ke Istana, karena Istana sudah jadi markas PKI, jam 21 keatas baru berdatangan dikalau hari biasa ya seperti biasa saja seperti hari kerja, orang dari kantor ke rumah mereka dari rumah ke kantor, Teten Masduki selalu mengumpulkan orang seperti Budiman Sudjatmiko, Eko Supriyadi, jadi kader PKI sangat asyik bercengkerama dan berolah macam macam, karena Staf Ahli Angkatan Bersenjata sudah tidak lagi. Menurutnya, ada secara casing tetapi tidak berfungsi, jadi pendapat presiden yang fluktuatif karena dipengaruhi jaringan PKI

“Silahkan periksa saja, kalau saya berisik tangkap saya jika saya berbohong,”ujar. Alfian usai seminar “Festival Jalan Lurus”. Di Gedung Joang 45 Jakarta, senin (23/05/2016).

Lanjut Alfian, Gerakan ini sudah disampaikan di rumah Dolorosa Sinaga sebagai ketua SC Belok Kiri Festival dia mengatakan bahwa aset yang dulu tahun 50 an milik PKI akan direbut kembali, contoh kasus markas HMI di Cilosari, Kampus Uhamka di Jl. Limau 2 Kebayoran Baru, Kampus Tri Sakti yang dulu namanya respublika milik cina komunis, jadi mereka secara serius mulai membuat titik TO (target operasi) untuk langkah kedepannya

“Persoalannya kita belum percaya karena belum kejadian, kalau sudah kejadian baru enak.”pungkasnya.

Alfian membeberkan, Pensikapan terhadap PKI adalah akibat kelakuan mereka dari tahun 48, mereka sudah menanam luka nanah, air mata yang dalam dan melakukan kudeta 65 karena mereka aborsi dari rancangan kongres mereka yang dulu, seharusnya kudeta itu tahun 71 karena mereka begitu dekat dengan Soekarno karena datang di hari ulang tahun PKI yang diadakan CDMI tahun 65.

Perdebatan kuat agar dipercepat, tokoh seperti Nyoto, Syam Kamaruzaman, ngingetin kepada DN Aidit “jangan dulu” tetapi karena sudah PD “asyik” maka dibuat proses di Jakarta tidak ada stempel, kop surat, bendera ini memang sudah mereka hitung jika ini gagal, tetapi pada waktu yang bersamaan tengok di Malang, Banyuwangi, Semarang, Solo, Boyolali, Klaten dan daerah mereka lainnya.”Sambungnya.

“Jika ingin mengatakan PKI sumber segala pertumpahan darah karena mereka penyebab, apa yang mereka alami karena akibat perbuatan mereka, itu yang kita sayangkan. Mereka yang berbuat dan menerima akibat tetapi kita yang disalahkan oleh mereka, kelakuan PKI emang begitu.”tuturnya.

Ia pun menilai pernyataan PKI yang berbalik berbalik, menurutnya alfian, mereka berbuat kita dituduh sebagai pelakunya, mereka yang meracuni 62 pemuda Ansor di Ciletuk, Banyuwangi, diundang tahlilan diracun mati, mereka yang mengepung Masjid di Kanogoro pada 14 Januari 1964, lagi pesantren kilat dikepung Suryadi Pemuda Rakyat, ceweknya diperlakukan tidak senonoh, cowoknya di ikat, Qur’an dikumpulin dan dimasukan karung dan diarak persis seperti yang terjadi di Cirebon beberapa waktu yang lalu.

“Kita dalam berjuang tidak boleh dendam tetapi ngelihat PKI yang jadi konyol begini, dia yang berbuat masa korban suruh minta maaf, ini opini yang terus dibangun di masyarakat”tukasnya.

Menurutnya, Kasus pasca 65 belum tentu semua mereka itu yang di berantas adalah PKI, belum tentu tetapi akar dari pemberontakan itu sendiri adalah PKI kita jangan sampai melepaskan stereotip itu, memang butuh klarifikasi ada yang di korbankan karena di cap PKI meski belum tentu dia terlibat pemberontakan.”tutupnya.(ID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here