Beranda Nasional Al Araf: Mayoritas Aksi Teror Menggunakan Narasi Melawan Rezim Yang Represif Sebagai...

Al Araf: Mayoritas Aksi Teror Menggunakan Narasi Melawan Rezim Yang Represif Sebagai Alasan

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Indonesia nomor urutan 42 dalam global terorism index 2017, yang menarik dari kasus ini bisa dibongkar oleh Kepolisian RI baik dari pelaku, dalang daripada teror, dsb.

Hal tersebut di sampaikan Direktur Eksekutif Imparsial, Al Araf dalam Seminar bertajuk “Pengesahan Revisi UU Antiteror”, di Hotel Pullman Jalan M.H.Thamrin, Menteng, Jakarta, selasa (22/05)

Terorisme adalah sebuah proses karena tidak serta merta langsung bisa jadi terorisme, diawali dengan radikalisme, jadi terorisme hasil akhir dari radikalisme.”katanya

Ini Drivers of terrorism menurut Al Araf :
Petama, Mayoritas aksi teror menggunakan narasi melawan rezim yang represif sebagai alasan.

Kedua, 95% serangan teroris muncul pada negara-negara yang mengalami konflik kekerasan.

Ketiga, Hanya 5% serangan teroris muncul pada negara-negara yang tidak mengalami konflik kekerasan.

Keempat, Lebih dari 50% terorisme tergabung dalam organisasi teror beralasan agama mereka diserang.

Kelima, Terorisme kemungkinan muncul pada negara-negara yang memiliki tingkat sosial ekpnomi yang rendah.

Keenam, Aksi terorisme yang dilakukan individu sulit diprediksi, tetapi mengikuti pola statistik yang serupa.

Pasalnya, Faktor terjadinya terorisme di Indonesia menurut Al Araf sbb : Faktor historis, Ideologi, Faktor global mempengarui pergerakan, Intoleransi dan radikalisme menguat, Regulasi dan Implementasi, Ekonomi dan Politik

Sementara Al Araf berharap Kebijakan Global PBB sbb : Masyarakat tidak melakukan ataupun mendukung aksi teror, Mengantisipasi serangan teror, Mencegah negara mendukung terorisme, Pengembangan kapasitas negara dalam menghadapi teror, Pembelaan dan penegakkan HAM.(Dirga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here