Beranda Politik AJI Bukanlah Komunis Hanya Mengkordinir dan Membantu Kebebasan Berekspresi dan Berpendapat

AJI Bukanlah Komunis Hanya Mengkordinir dan Membantu Kebebasan Berekspresi dan Berpendapat

0
BERBAGI

RKNews.com, Jakarta – Sudah lebih 10 tahun, AJI bersama yang lainnya duduk bersama, sudah satu dekade akhirnya berkumpul kembali, duduk karena menguatnya lagi kelompok anti demokrasi

Dijelaskan sekjen AJI Indonesia, Alfi mengatakan bahwa apa yang dialami temen temen AJI di Yogjakarta sudah sangat kritis, mereka anggota kami yang bekerja untuk media masing masing selalu dikuntit dan dibatasi akses meliput terutama di daerah kepolisian, ini sudah keterlaluan dan beberapa kasus belakangan ada kelompok yang ingin membawa semangat Orde Baru.

“Ada penangkapan warga negara yang kebetulan menggunakan lambang partai terlarang, di Ternate ada anggota AJI yang ketakutan karena dia saksi mata penangkapan orang yang menggunakan kaos PKI,”ujar Alfi dalam konfrensi pers yang diselenggarakan oleh Gerakan Masyarakat Indonesia untuk Demokrasi (Gema Demokrasi) di Kantor LBH Jakarta, kamis (12/05).

Sambung Alfi, AJI bukanlah komunis dirinya hanya mengkordinir dan menkordinasikan wartawan, Ia memang sedang fokus membantu kebebasan berekspresi dan berpendapat, nah ini yang mungkin agak sensitif.

Sementrara di tempat yang sama Direktur Advokasi YLBHI, Bahrain mengatakan Semua masalah yang ada mulai dikaburkan untuk konsolidasi kekuatan politik lama bangkit kembali, ini test case awal bagaimana negara memulai yang baik dan beban sejarah jangan lagi ditanggung oleh generasi berikutnya, ada upaya untuk mengagalkan ini, ini ada semacam test case seberapa kuat melihat kekuatan masyarakat untuk menggagalkan ini

“Kita lihat sejarah, bangsa ini didirikan oleh PKI. Apakah ini mau kita lupakan jelaslah tidak mungkin, lagu genjer genjer itu lagu menyindir Jepang bukan lagu PKI. Tapi kok tiba tiba ini menjadi produk PKI,”tukasnya.

Ia khawatir ini akan menjadi lebih buruk, baru berfikir saja sudah direpresi apalagi sudah dilakukan, ini persoalan suka atau tidak suka, harapan kita ketika keran demokrasi sudah dibuka jangan lagi kembali kebelakang apalagi atas nama keamanan dan ketertiban

“Presiden harus segera bertindak, mau rekonsiliasi tapi statement yang aneh aneh, ideologi itu tidak bisa dihukum, bagaimana ini…”sesalnya.

(Mouses)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here