Beranda Politik Ahok Hendak Memposisikan PDI-P Sebagai “Ban Serep”

Ahok Hendak Memposisikan PDI-P Sebagai “Ban Serep”

0
BERBAGI

Radarkotanews.com, Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, atau dikenal dengan nama PDIP, saat ini memiliki nilai jual tinggi dalam Pilkada DKI Jakarta, karena tanpa berkoalisi dengan siapapun, PDIP berhak untuk memajukan calonnya nanti.

Dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ingin memanfaatkan hal ini, dan melihat jika PDIP merupakan salah satu aset penting yang tidak boleh diambil oleh calon lainnya, maka tidak heran Ahok dalam berbagai kesempatan dengan wartawan selalu saja mengungkit jika dirinya dekat dengan Megawati selaku Ketua Umum.

Bahkan yang terakhir ada beberapa oknum yang sengaja menyebarkan berita bohong, jika PDIP telah menetapkan Djarot Saiful Hidayat, wakil Gubernur DKI saat ini, akan maju sebagai wakil Ahok nanti.

Namun hal ini tercium juga oleh beberapa tokoh muda yang getol mencoba mengingatkan masyarakat jika Ahok bukanlah pilihan yang baik untuk memimpin Jakarta.

Salah satunya tokoh muda dari etnis Tionghoa, Zeng Wei Jian yang selalu bersama-sama dengan rekannya di Jakarta Utara, membela dan mendukung warga korban kerakusan para cukong, yang mengendalikan Ahok untuk menggusur mereka.

Zeng Wei Jian sendiri banyak menuliskan kondisi terkini terkait dengan lingkup diseputaran dunia perpolitikan, sosial baik di kalangan rakyat tertindas hingga tingkat penguasa, dikarenakan Zeng Wei Jian yang biasa disebut juga Ken-ken memang memiliki kesempatan, selain dekat dengan tokoh-tokoh nasional dari etnisnya sendiri yang secara tidak langsung membuat Zeng Wei Jian cukup mendapatkan informasi akurat.

“Sudah didukung tiga parpol. Tapi masih getol lobby Mommy Mega. Dia hianati tiga parpol tersebut, bahkan sebelum resmi diusung.” Ujar Ken melalui pesan tertulisnya kepada awak media, yang menganggap Ahok adalah manusia serakah. di jakarta, jum’at (19/08/2016).

Menurut Ken, pertarungan Ahok yang ingin mendapatkan PDIP dikarenakan, Ahok hendak memposisikan PDI-P sebagai “ban serep” karena menurut Ken, dalam kasus ini, dari ketiga partai yang diklaim sudah mengusung tampaknya akan membatalkan usungannya. Namun Ken masih belum bersedia menyebutkan.

Terkait dengan klaim dan ucapan maupun usaha Ahok untuk mendekati Megawati dan meminta serta memohon agar PDIP bisa mendukungnya, rupanya bukan sesuatu yang dianggap Ken gratis. Ken memastikan jika beberapa kader PDIP justru sudah menjadi kaki tangan Ahok, agar dirinya mudah untuk bisa bertemu dengan Megawati.

Namun Ken kembali tidak menyebutkan nama, namun dari beberapa penelusuran, memang ada diantara kader PDIP justru terkesan membela Ahok, dengan memuji Ahok soal kedekatannya dengan Megawati, ataupun memuji Ahok bagus. “Mereka ingin membelokkan pandangan masyarakat, khususnya kader PDIP, jika Ahok sudah disetujui oleh Megawati,” ujar Ken, namun PDIP sendiri sampai saat ini belum juga mengeluarkan pernyataan soal dukungan.

DPP PDIP sekitar bulan Maret lalu, telah mengeluarkan edaran, agar kader PDIP tidak berbicara atau mengeluarkan pernyataan terkait dengan keberadaan Ahok dan hubungannya dengan PDIP dalam persoalan pilkada nanti.

Namun justru hal ini menjadi permainan para oknum DPP ketika Ahok rupanya lebih memilih jalur partai, bukan independen. Dan keinginan Ahok untuk tetap mendapatkan dukungan PDIP, rupanya membuat beberapa anggota DPP di lingkaran Ketua Umum, oleh Ken disebut sebagai “Selir Ahok” yang selalu menjaga dan berupaya agar Ahok bisa mendapatkan tempat khusus di PDIP.

Walaupun saat ini, penjaringan cagub DKI Jakarta sudah tertutup, dan Ahok sendiri tidak mengikuti tahap ini, namun oleh Ahok, menganggap jika dirinya tidak perlu melalui mekanisme penjaringan calon kepala daerah, seperti calon lainnya.

Hal inilah juga yang menjadi salah satu tugas “Selir Politik” Ahok di PDIP, untuk berupaya agar Ahok bisa mendekati dan membujuk Megawati agar mau mendukung dirinya.

“Kita lihat saja nanti (jika paksakan dukung Ahok). Yang pasti sejumlah anggota PDI-P sudah punya rencana akan melakukan aksi bakar KTA secara massal bila PDI-P resmi dukung Ahok. Karena itu ngga wajar,” ujar Ken

Sementara itu, sebelumnya dalam pelantikan anggota DPD DKI Jakarta, yang diketuai oleh Bambang DH, seluruh anggota kompak menolak Ahok untuk didukung PDIP. (ID)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here