Beranda Politik Ahmad Yani: Pecat Anggota KPU yang Tidak Netral

Ahmad Yani: Pecat Anggota KPU yang Tidak Netral

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Mantan Anggota DPR RI, Ahmad Yani menyebut persoalan yang mendasar yaitu kejahatan terhadap nilai nilai demokrasi dan Pancasila. Sebab, orang yang anti demokrasi dan Pancasila adalah PKI atau komunis.

“Pemilu ini sejak reformasi diselenggarakan oleh badan yang independen,” kata Yani saat Konferensi Pers dengan mengangkat thema “Menyoal Netralitas KPU” di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4/19)

Kita akhir akhir ini membutuhkan suara lantang dari Bawaslu dan DKPP. Sebab kata Yani, kejahatan demokrasi ini tidak hanya pada persoalan penghitungan tetapi sejak proses pendataan atau tahap perencanaan.

Pasalnya, tahap perencanaan tidak dapat dipertanggungjawabkan soal data pemilih yang berjumlah 17,5 juta orang. Oleh karenanya, KPU sudah tidak memiliki kredibilitas lagi terhadap angka-angka tersebut. “Artinya Pemilu ini berangkat dari data yang tidak jelas. Ini berarti KPU sudah tidak bisa dipercaya lagi.”

Kemudian lanjut Yani, di persoalan IT KPU, sampai saat ini KPU tidak pernah membuka data IT secara transparan. Karena semakin canggih IT, semakin mudah diintervensi. Kemudian juga persoalan logistik KPU seperti kotak suara yang dibilang kuat tetapi faktanya tidak seperti itu.

“Quick Count (QC) itu untuk membengkokkan yang lurus. Ini kejahatan dan KPU memfasilitasi kejahatan itu,”katanya

Menurut Yani, Satu saja suara dirampok itu adalah problem dalam demokrasi apalagi jutaan. Pelaksana QC adalah kartel. Dewan Etik ya mereka juga isinya. Kita minta QC dihentikan. Kami minta lembaga lembaga survey itu membuka datanya. Kita minta TPS mana yang disampling itu. Kemudian petugas lapangannya siapa, itu juga harus dibuka.

Karena itu, Yani mendugan satu orang mengerjakan lebih dari satu lembaga survey.

Pemilu ini sudah dipercaya. Maka dari itu Yani mengajak, mari kita ambil jalan keluarnya, kita segera mengajak menggunakan hak kita sebagai warga negara, kita mengadu baik sendiri sendiri atau bersama sama ke Bawaslu, agar penghitungan ini dihentikan sementara waktu. Kemudian pecat anggota KPU yang tidak netral seperti itu.(Wawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here