Beranda Nasional Agum Gumelar: Prihatin Ada Tokoh Purnawirawan Yang Terpengaruh Paham Radikal

Agum Gumelar: Prihatin Ada Tokoh Purnawirawan Yang Terpengaruh Paham Radikal

0
BERBAGI

RadarKotaNews – Ketua Umum PEPABRI, Jendral TNI Agum Gumelar mengatakan menangkanlah peperangan itu sebelum 100 peperangan dimulai. Jadi untuk memenangkan perang terhadap narkoba adalah menghilangkan niat musuhnya.

“Mayoritas kita tidak menginginkan Narkoba tapi minoritas ini yang kecil ini sangat licik memanfaatkan situasi ini untuk memecah belah bangsa kita salah satunya dengan merusak moral generasi mudanya dengan narkoba.”ujar Agum
dalam acara Hut ke – 6 Organisasi BERSAMA di gedung Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian “PTIK” Jalan Tirtayasa raya, jakarta, Rabu (19/07).

Menurut dia, Kuncinya terletak kepada TNI/Polri, jadi TNI/Polri harus dipecah belah dulu agar mudah memecah belah bangsa ini. Sebab, TNI/Polri jaminan keutuhan bangsa ini, selama TNI/Polri utuh maka sulit memecah bangsa ini. Lihat saja dalam Unras beberapa waktu lalu massa berteriak “Polisi musuh kita, TNI kawan kita” inilah bagian memecah TNI Polri.

Pasalnya, Narkoba inikan pelanggaran pidana, jadi diperlukan sikap tegas artinya siapapun yang melanggar hukum harus diproses hukum, tegas itu, kata dia, bukan main pukul atau main tembak. Bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar kalau bisa melakukan pembangunan dalam semua aspek kehidupan dengan tiga syarat yaitu adanya jiwa semangat nasionalisme, memiliki SDM agar mampu menciptakan daya saing dan ketiga masyarakatnya disiplin.

Situasi bangsa kita saat ini kita sepakat bahwa kita prihatin karna dimasyarakat kita berkembang sikap intoleransi yang diwarnai benturan-benturan politik, radikalisme dan ini terjadi proses pembiaran puluhan tahun sehingga menjadi besar dan sudah masuk ke kampus-kampus, pengajian-pengajian dan baru sadar dan bubarkan, terlambat sudah.

Agum menilai, lebih baik terlambat daripada tidak samasekali, ini harus disuport bersama, kita mayoritas jangan takut kepada minoritas.

“Lebih prihatin lagi ada tokoh purnawiran yang terpengaruh paham radikal. Jadi tidak ada pilihan apabila ada yang terpengaruh maka akan berhadapan dengan TNI/Polri.”katanya.(Adrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here