Beranda Daerah Agama dan Pancasila Dilaksanakan Secara Benar dan Konsekuen Maka Tidak Ada Lagi...

Agama dan Pancasila Dilaksanakan Secara Benar dan Konsekuen Maka Tidak Ada Lagi Konflik

0
BERBAGI

RadarKotaNews, Klaten – Indonesia merupakan bangsa negara yang sangat majemuk karena terdiri dari berbagai suku, bahasa, ras dan agama. Oleh karena itu para pendiri bangsa Indonesia telah mengantisipasi adanya radikalisme dan intoleransi dengan menjadikan Pancasila sebagai perekat bangsa. Sehingga tidak ada lagi suku, ras dan agama yang merasa paling berjasa terhadap Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua MUI Kabupaten Klaten, Hartoyo BA, dalam Diskusi Publik bertema “Implementasi Nilai Nilai Agama dan Pancasila Dalam Memperkuat Kemajemukan Bangsa” yang diselenggarakan oleh Satkorcab Banser NU Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (27/04)

“Jika perbedaan perbedaan itu terus dikedepankan berpotensi konflik antar elemen masyarakat dan pecahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas Hartoyo.

Lanjut Hartoyo, saat ini bahasan kemajemukan di Indonesia sangat menarik. Hal ini menyikapi fenomena tumbuhnya radikalisme dan intoleransi di masyarakat yang mengedepankan perbedaan-perbedaan. Padahal bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama. Menurut dia, Konstitusi negara juga melindungi rakyat Indonesia dalam memeluk agama berdasarkan keyakinannya masing-masing.

“Seharusnya tidak perlu ada persoalan dalam melaksanakan keyakinan masing-masing maupun ideologi negara. Begitu juga jika nilai-nilai Islami diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara maka tidak ada konflik karena sejatinya Islam adalah rahmatan lil alamin yaitu memberikan rahmat kedamaian bagi mahluk dan alam semesta,” terangnya.

Sementara di tempat yang sama Wakil PC NU Klaten Dr. Kholilurrohman, M.Si mengatakan, sangat tidak cocok dengan adanya wacana oleh kelompok masyarakat tertentu membentuk negara berdasarkan syariat Islam. Karena Indonesia yang rakyatnya majemuk dan tidak berdasarkan satu agama atau suku saja. Apalagi negara Saudi Arabia yang menjadi tempat turunnya Islam juga tidak menerapkan prinsip-prinsip negara Islam secara utuh.

“Kita ketahui bersama bahwa Saudi Arabia berbentuk Kerajaan,” terang Kholilurrohman.

Selain itu Kholilurrohman menuturkan, agama Islam yang dianut oleh mayoritas bangsa Indonesia telah mengadopsi kearifan lokal, sehingga begitu menyatu dengan nilai-nilai lokal tanpa merubah inti agama itu sendiri. Jika nilai nilai agama dan Pancasila dilaksanakan secara benar dan konsekuen maka tidak ada lagi konflik dan upaya merubah tatanan negara berdasarkan kepentingan kelompok.

Diskusi yang berlangsung serius dan santai ini juga dihadiri berbagai perwakilan Ormas. Diantaranya adalah Pagar Nusa, PC NU Klaten, Banser NU, LDII, Senkom Mitra Polri, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda/Pemudi MTa, Kokam Muhammadiyah, Fatayat IPPNU, mahasiswa, pelajar SMA/SMK.(Siska)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here