Beranda Hukum Ada Permainan Kotor, KBN Ngotot Ingin Menguasai Multicon

Ada Permainan Kotor, KBN Ngotot Ingin Menguasai Multicon

0
BERBAGI

RKNews.com – Persatuan Karyawan Lintas Multicon Indrajaya Terminal melakukan unjuk rasa di depan PT. Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jakarta Utara, dalam orasinya mereka meminta agar perusahaan BUMN tersebut menunggu hasil final dari keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang sedang disidangkan terkait rencana eksekusi Lahan Depo Kontainer PT. Multicon Indrajaya Terminal.

“Kami sebagai karyawan Multicon sangat menyangkan langkah perusahaan BUMN (PT. KBN) tersebut, mereka sangat arogan padahal KBN telah wanprestasi terhadap Perusahaan kita (MULTICON), mereka tidak komitmen sesuai dengan yang telah disepakati dalam perjanjian kerjasama pengelolahan depo tersebut yang seharusnya berahir 2023,” ujur Ferry didepan PT. KBN, Jakarta Utara, Senin (24/10).

“Dengan kejadian ini, kami jadi sengsara, seharusnya mereka menunggu putusan pengadilan dulu dan perhatikan nasib kami juga, namun dari awal mereka (KBN) tidak punya itikat baik dengan kami,” katanya.

Ferry pun menduga adanya permainan kotor dengan ngototnya KBN ingin menguasai Multicon.

“Melihat gerak-geriknya ada permainan KBN dengan Kontraktor yang ditunggangi oknum-oknum tertentu untuk mengambil Multicon dan menyisihkan kita padahal Perkara ini masih di gugat di Pengadilan serta kita laporkan ke Polda atas kasus penipuan dan perbuatan curang,” ujur ferry.

Seharusnya, tambah ferry, sesuai amanat UU BUMN punya kewajiban untuk mensejahteraan Masyarakat bukan memperkaya BUMN sendiri, jangan lah perusahan kami di obok-obak dan kita berharap presiden turun tangan menyelesaikan kasus ini,” ujurnya.

Seperti diketahui PT. Multicon Indrajaya Terminal adalah Perusaham Nasional yang memegang Export dan Import antara 10-15% diseluruh Indonesia, Perusahaan tersebut juga ikut menunjang perekonomian nasional selama lebih 20 tahun ini.

Ditempat yang sama, Anwar, Karyawan yang sudah 5 tahun kerja di Multicon sangat menyangkan langkah KBN, menurutnya, KBN seharusnya ikut membantu dan bukan ingin mengambil alih dengan tujuan tertentu, padahal pengadilan tidak ada perintah eksekusi sama sekali dan ini oknum dari KBN sendiri yang bermain,” katanya.

“Kami ada 2000 orang karyawan disini dan akan terus berjuang demi perusahaan tempat kami mencari makan untuk anak keluarga,” ujurnya.

Oleh karena itu, Kami minta agar Presiden dan Kemen BUMN RI memperhatikan serta mensuppor kepada kami dan beri peringatan kepada pihak KBN yang telah bersikap arogan serta tidak komitmen terhadap perusahaan tempat kami kerja.” pintanya.

Sebelumnya, PT. KBN telah mengeluarkan pengumuman di halaman Koran Kompas  perihal akan dilaksanakan eksekusi riil lahan Depo Container milik PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero) seluas 57.330 m2 dan seluas 26.800 m2 yang terletak di areal Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jakarta Utara namun PT. Multicon Indrajaya Terminal sebagai termohon eksekusi keberatan atas eksekusi tersebut dilaksanakan karena kasus perkara tersebut dalam Gugatan Perdata 385/Pdt.G/2014/PN.Jkt.Utr masih dalam Proses Banding 271/Pdt/2015/PT.DKI dan Laporan Polisi No. LP/4756/X/2016/PMJ/Dit.Reskrimum, perihal Penipuan dan
Perbuatan Curang sehingga perkara tersebut belum mempunyai kekuatan hukum tetap (BHT).

Atas isu tersebut PT. Multicom Indrajaya Terminal menghimbau agar karyawan, Perusahaan Pelanggan/Pihak lain yang menempatkan Kontainer atau benda bergerak lainnya didalam areal tersebut diatas untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh pengumuman PT. Kawasan Berikat Nusantantara (Persero).

 

(RsoL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here