Ada Penyelewengan Jabatan Dan Kebijakan Yang Tidak Tepat Di Kantor Pusat PT. Pertamina

Radarkotanews.com – Dalam rangka mendukung program reformasi ditubuh Pertamina, Jaringan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nasional yang merupakan gabungan dari sejumlah perguruan tinggi di Jakarta, seperti  STIE Jakarta, Universitas Bung Karno (UBK), Universitas Ibnu Chaldun, Universitas Asyaffiiyah, dan Universitas Islam Jakarta.

‪Koordinator aksi, Rachman Latuconsina, disela-sela aksi unjukrasa didepan kantor pusat PT. Pertamina (persero) jakarta, Senin (16/11/2015). mengatakan pada era Pemerintahan Jokowi-JK reformasi tata kelola migas menjadi program penting yang mendapatkan perhatian khusus.

Sedangkan prinsip utama dalam reformasi tata kelola migas adalah mereformasi struktur kelembagaan serta orang-orang yang ada didalamnya.

Karena itu menurutnya tata kelola migas di tanah air harus di pimpin oleh orang-orang yang tepat serta mempunyai kredibilitas di bidangnya.‬

Namun tingkat kepercayaan terhadap BUMN yang bergerak disektor migas ini menurun dengan adanya penyelewengan jabatan dan kebijakan-kebijakan yang tidak tepat.
Sebut saja pada kinerja Direktur Pemasaran PT. Pertamina (Persero) Ahmad Bambang, dan Direktur SDM PT. Pertamina (Persero)‬ Dwi Daryoto yang dinilai kerap mengambil kebijakan yang tidak tepat dan menyalahgunakan kewenangan. Ahmad Bambang misalnya, telah menaikan harga BBM, dan puncaknya adalah ketika Pertamina melakukan kerja sama dan MOU dengan PT. Adaro dalam bidang Fuel Supply Agreement (FSA) dan Fuel Facilities Agreement (FFA).

Dari temuan-temuan yang ada pada jajaran direksi tersebut, membuat para mahasiswa harus bergerak.

“Kami kecewa terhadap Pertamina sebagai ujung tombak sektor migas, Pertamina harusnya mereformasi diri sebagai BUMN. Untuk itu kita dorong Presiden agar memerintahkan Menteri BUMN melakukan evaluasi manajerial ditubuh Pertamina dengan menempatkan orang-orang yang tepat didalamnya”, ujar Rachman disela-sela aksi.

Sebagai simbolik agar Pemerintah mau mendengar aspirasi mereka, para mahasiswa berusaha menggoyang-goyangkan pintu pagar gedung Pertamina yang berada di jl. Perwira, Jakarta Pusat (dekat Masjid Istiqlal) selama beberapa kali. Kemudian melanjutkan aksi unjukrasanya ke depan Istana Presiden.(SA)