1 September 2015 Buruh Kepung Istana Negara

Radarkotanews.com – Tiga Konfederasi yang terdiri dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) serta gabungan beberapa organisasi buruh lainnya di bawah tiga konfederasi akan mengelar aksi besar-besaran pada 1 September 2015.

Sekretaris jenderal (Sekjen) KSPI M. Rusdi Mengatakan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak mengambil langkah yang salah untuk mengatasi Krisis ekonomi saat ini.

“Jokowi supaya memperhatikan kaum buruh akibat dampak krisis yang terjadi saat ini,” ucap Rusdi saat memberikan keterangan seusai diskusi Mengkritisi Privatisasi Mengawal Konstitusi, di Gedung Joang 45, kawasan menteng Jakarta, (27/8/2015).

Rusdi meminta kepada pemerintahan Jokowi, agar tidak mengutamakan Bailout yang dinilai hanya menghabiskan uang para bandit-bandit di Perbankkan, tapi harusnya bagaimana mempertahankan daya beli masyarakat dan daya beli buruh sehingga pabrik-pabrik bisa terserap produknya dan tidak terjadi PHK massal.

“Itu caranya, agar pedagang kaki lima juga laku produknya dan mempertahankan daya beli serta upah yang layak,” ujarnya.

Dirinya bersama buruh akan memperjuangkan minimal 25 persen untuk UMP kedepan. Buruh juga meminta agar ada revisi jaminan pensiun yang nilai manfaatnya 15 persen dan jauh dari PNS sebesar 17 persen. Buruh juga akan mengawal revisi aturan BPJS kesehatan yang telah menghambat dan mengganggu penurunan pelayanan kualitas para peserta yakni para pekerja buruh yang selama ini bekerjasama dengan Jamsostek. 

“Jika problemmnya sistem tarif yang terlalu murah sehingga tidak terima di RS swasta. Maka saya meminta secara tegas agar Jokowi mencabut ijin Rumah Sakit swasta yang tidak menerima pasien BPJS,” tukasnya

Rencna Aksi yang akan digelar Buruh akan diawali pukul 09.00 Wib, di beberapa titik di Jakarta, yakni Bundaran Hotel Indonesia (HI), Istana Negara, Balaikota, Kemenkes, dan Kemenaker.”(Id)