Beranda Opini NARASI “APOKALIPTIK” TERHADAP PEMILU 2019 DITOLAK

NARASI “APOKALIPTIK” TERHADAP PEMILU 2019 DITOLAK

0
BERBAGI


Oleh: Muhammad AS Hikam

Harus diakui bahwa temuan-temuan terkait berbagai kecurangan dan/atau pelanggaran pelaksanaan Pemilu 2019 (Pileg dan Pilpres) cukup memprihatinkan dan “alarming.” Bukan suatu hal yang tak mungkin bahwa apabila jumlah temuan kecurangan-kecurangan dan/ atau pelanggaran di TPS daerah-daerah terus bertambah & tak tertangani dengan efektif, maka kredibilitas KPU bisa dipertanyakan dan, bahkan, tergerus.

Hal tersebut, pada gilirannya, akan rentan terhadap upaya memanfaatkannya sebagai salah satu sumber potensial bagi upaya delegitimasi Pemilu 2019 berikut hasil-hasilnya oleh pihak-pihak anti demokrasi.

Akibat strategis yang ditimbulkan adalah kondisi kamnas kita akan terancam oleh muncul dan berkembangnya proses destabilisasi politik. Jika itu terjadi, jelas terlalu mahal harga yang mesti dibayar oleh rakyat, bangsa, dan NKRI sekarang dan pasca-Pemilu yad. Hasil reformasi, berupa demokratisasi, yang selama lebih dari dua dasawarsa kita capai dengan susah payah akan mengalami ancaman kehancuran.

Bagaimana sikap kita sebagai warganegara yang bertanggungjawab atas bangsa dan NKRI? Salah satunya adalah bersikap waspada dan membantu KPU serta aparat penyelenggara Pemilu lainnya (Bawaslu, DKPP) untuk menyelesaikan masalah pelanggaran Pemilu (garpilu) dengan tenang, efektif, dan profesional. Yang paling mudah antara lain adalah dengan TIDAK menyebarluaskan dan mendistorsi informasi yang masih belum jelas akurasi dan validitasnya.

Khususnya, kita usahakan mencermati sumber-sumber dan konten-konten berita yang sarat deng narasi “apokaliptik”. Misalnya ide menggerakkan “people power”; ide mendorong dilakukannya Pemilu ulang; dsb. Hemat saya narasi-narasi apokaliptik seperti itu adalah bagian integral dari upaya sistematis untuk mendelegitimasi Pemilu dan hasil-hasilnya.

Pada akhirnya demokrasi kita harus dipertahankan dan dilestarikan secara bersama-sama dan total. Karena itu, jaga atau proteksi Pemilu 2019 dari setiap usaha delegitimasi atasnya. Jangan berikan kepuasan (satisfaction) kepada kekuatan-kekuatan sinis yang selalu mencoba menghancurkannya!

Penulis adalah Pengamat politik dari President University

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here